Mengenal Pemeriksaan Pap Smear

1453 Viewer - 27 June 2024

Pap smear adalah prosedur untuk mendeteksi kanker leher rahim (serviks) pada wanita. Pap smear juga dapat menemukan sel-sel abnormal (sel prakanker) di leher rahim yang dapat berkembang menjadi kanker.

Pap smear dilakukan dengan mengambil sampel sel di serviks. Setelah itu, sampel sel tadi akan diteliti di laboratorium agar diketahui apakah di dalam sampel tersebut terdapat sel prakanker atau sel kanker. Pap smear juga bisa digunakan untuk mendeteksi infeksi atau peradangan pada serviks.

Product Image

Pap smear bertujuan untuk mendeteksi kanker leher rahim (kanker serviks) sejak dini. Pemeriksaan ini dianjurkan dilakukan setiap 3 tahun sekali pada wanita usia 21 tahun ke atas. Bagi wanita usia 30ꟷ65 tahun, pap smear bisa dilakukan tiap 5 tahun sekali, tetapi perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan HPV.

Pap smear bertujuan untuk mendeteksi kanker leher rahim (kanker serviks) sejak dini. Pemeriksaan ini dianjurkan dilakukan setiap 3 tahun sekali pada wanita usia 21 tahun ke atas. Bagi wanita usia 30ꟷ65 tahun, pap smear bisa dilakukan tiap 5 tahun sekali, tetapi perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan HPV.

Pap smear juga dianjurkan bagi wanita yang berisiko tinggi terserang kanker leher rahim tanpa memandang usia. Wanita dengan risiko tinggi tersebut adalah mereka yang memiliki faktor berikut:

1. Memiliki riwayat keluarga dengan kanker serviks
2. Mendapatkan hasil abnormal (lesi prakanker) pada pap smear sebelumnya
3. Menderita HIV
4. Memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya akibat menjalani transplantasi organ, kemoterapi, atau menggunakan kortikosteroid dalam jangka panjang
5. Menderita penyakit menular seksual, seperti herpes genital atau chlamydia
6. Memiliki lebih dari satu pasangan seksual
7. Memiliki kebiasaan merokok
8. Terpapar atau menggunakan obat dietilstilbestrol (DES)

Pap smear adalah prosedur pemeriksaan yang cukup aman dilakukan bagi perempuan. Akan ada rasa sedikit tidak nyaman saat proses atau setelahnya, namun hal ini merupakan sesuatu yang normal.

Tidak ada efek samping khusus yang perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, pada beberapa kasus (jarang terjadi) pasien dapat mengalami pendarahan ringan. Jadi, apabila pasien mengalami gejala yang memburuk, diharapkan segera berkonsultasi dengan dokter.


© 2023 RUMAH SAKIT ONKOLOGI SOLO. All rights reserved.